KETIKA RAJAB 1447 H BERTEMU JANUARI 2026 M

Oleh: Nurdhin Baroroh, S.H.I., M.S.I.

Pertemuan Bulan Rajab Tahun 1447 H dengan Januari Tahun 2026 bagi kita sebagai orang muslim adalah seperti memiliki dua rumah yang berbeda, tapi sama-sama bagus dan indah serta saling berdekatan. Keduanya berdiri kokoh dengan karakter yang berbeda, namun dihubungkan oleh kesamaan jalan yang akan dilalui dalam perjalanan kehidupan serta disatukan oleh kesamaan perenungan dan pembaruan demi kebaikan kehidupan pada bulan-bulan setelahnya. Maka layaknya orang yang memiliki rumah, maka akan selalu bertanggung jawab akan kebersihan, kedamaian dan kenyamanan di dalamnya, supaya bisa menghadirkan nuansa positif penuh dengan kebaikan bagi semua penghuninya.

Dalam konteks sejarah kebudayaan Arab sebelum kenabian dan dilanjutkan dalam masa kenabian Nabi Muhammad SAW, Bulan Rajab itu datang membawa aroma keluhuran nilai spiritualitas yang penuh keagungan, kemuliaan dan perdamaian. Dalam bulan ini tidak boleh ada hunusan pedang, lemparan tombak, anak panah dan semua piranti peperangan harus disimpan. Sehingga bisa dikatakan bulan ini mengajak untuk berdamai dan mendamaikan hati, menundukkan nafsu, dan menyiapkan diri menyambut bulan-bulan suci berikutnya.

قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ لِمَ سُمِيَ رَجَبَ؟ قَالَ: لأنَّهُ يُتَرَجَّبُ فِيهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ لِشَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Yang artinya “Dikatakan kepada Rasulullah, kenapa bulan ini dinamakan dengan Rajab? Rasulullah menjawab: Karena sungguh banyak di dalamnya kebaikan untuk bulan setelahnya yaitu Sya’ban dan Ramadhan”

Sementara Januari adalah pembuka tahun dalam kalender masehi, menjadi penanda awal perjalanan waktu yang baru. Kemunculannya membawa harapan, tekad, dan lembaran kosong yang siap diisi dengan cerita kehidupan sekaligus melangkah maju menyusun rencana dan impian.

Bulan ini merupakan bulan permulaan yang menyimpan semangat baru, janji perubahan, dan doa-doa yang dipanjatkan agar hari-hari ke depan berjalan lebih baik. Setiap tanggal yang bergulir di bulan ini seakan mengingatkan bahwa waktu terus bergerak, dan kesempatan untuk memperbaiki diri selalu hadir. Sehingga sekecil apapun memiliki arti besar, makna besar, kebaikan besar, anugerah besar dan kualitas yang baik dan besar.

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ

Dari Bulan Rajab 1447 , kita belajar membersihkan niat dan memperhalus jiwa demi bertambahnya nilai kebaikan serta keberkahan, dan dari Bulan Januari 2026, kita memetik semangat untuk bergerak dan berbenah. Pertemuan ini bukanlah kebetulan, melainkan undangan agar keseimbangan tercipta — antara langit dan bumi, antara doa dan usaha.

Top of FormBottom of FormDi persimpangan inilah kita diajak untuk menjadikan spiritualitas sebagai fondasi setiap rencana, dan menjadikan setiap langkah duniawi sebagai ibadah. Maka, Rajab dan Januari tidak lagi berdiri terpisah, melainkan menjadi satu lorong panjang menuju kehidupan yang lebih sadar, lebih terarah, dan lebih bermakna.