ADPMH Gelar Rakernas 2026 dan Seminar Nasional di UIN Jakarta
Asosiasi Dosen Perbandingan Mazhab dan Hukum (ADPMH) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 13–14 Januari
Asosiasi Dosen Perbandingan Mazhab dan Hukum (ADPMH) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 13–14 Januari 2026 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat. Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua dan Sekretaris Program Studi Perbandingan Mazhab/Perbandingan Mazhab dan Hukum dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, meliputi wilayah Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga turut berpartisipasi melalui kehadiran Kaprodi PM, Vita Fitria, M.Ag.
Rakernas dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. M. Arskal Salim, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Dalam sambutannya, beliau yang juga merupakan alumni Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum menegaskan bahwa keilmuan Perbandingan Mazhab merupakan keilmuan murni (pure science) yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan di bawah naungan Fakultas Syariah dan Hukum. Oleh karena itu, proses pembelajaran di Prodi PM dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan zaman, tanpa kehilangan identitas keilmuannya.
Selanjutnya, Ketua ADPMH, Dr. Siti Hanna, M.A., dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan konsolidasi internal asosiasi guna membangun komunikasi yang solid serta memperkaya perkembangan wawasan keprodian secara sinergis. Salah satu wacana strategis yang mengemuka dalam Rakernas ini adalah pengembalian nomenklatur Program Studi “Perbandingan Mazhab (PM)” menjadi “Perbandingan Mazhab dan Hukum (PMH)”, yang dinilai lebih representatif terhadap cakupan keilmuan sekaligus berpotensi meningkatkan daya tarik calon mahasiswa.
Dalam pembahasan program kerja, Rakernas menyepakati sejumlah agenda prioritas, antara lain penguatan konsolidasi internal untuk memperkokoh eksistensi ADPMH, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa Prodi PM/PMH, perluasan jejaring kerja sama antarprodi PM se-Indonesia maupun lintas disiplin, serta penyediaan wadah dan sarana akademik untuk merespons isu-isu aktual di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan fatwa dan hukum Islam.
Rakernas ADPMH 2026 ini juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Peningkatan Kapasitas Dosen Perbandingan Mazhab dan Hukum se-Indonesia dalam Pengembangan Modul Pembelajaran Digital.” Seminar tersebut menegaskan urgensi transformasi digital dalam pembelajaran hukum Islam, penguatan literasi dan etika digital, serta pengembangan inovasi pedagogi yang adaptif terhadap karakter mahasiswa Generasi Z dan Generasi Alfa. Melalui rangkaian Rakernas dan Seminar Nasional ini, ADPMH meneguhkan komitmennya untuk memperkuat identitas keilmuan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas kontribusi akademik Program Studi PM/PMH di tingkat nasional.