Rapat Kerja Fakultas Syari'ah dan Hukum Bahas Evaluasi dan Rencana Strategis Prodi Perbandingan Mazhab
Program Studi Perbandingan Mazhab memaparkan laporan evaluasi kinerja tahun 2025 yang menunjukkan capaian positif
Yogyakarta — Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan yang berlangsung selama tiga hari, pada 22–24 April 2026, bertempat di Hotel Platinum Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program kerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan rencana kerja ke depan di setiap unit, termasuk Program Studi Perbandingan Mazhab.
Dalam forum tersebut, Program Studi Perbandingan Mazhab memaparkan laporan evaluasi kinerja tahun 2025 yang menunjukkan capaian positif di berbagai bidang. Ketua Program Studi, Hj. Vita Fitria, M.Ag., menyampaikan bahwa secara umum program reguler maupun program internasional (IUP) telah terlaksana dengan baik, bahkan mencapai target 100 persen. Selain itu, capaian di bidang akademik dinilai cukup optimal, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan penguatan ciri khas keilmuan Perbandingan Mazhab.
“Alhamdulillah, hampir seluruh program inti seperti kuliah umum, dosen tamu, hingga praktik kerja lapangan telah berjalan sesuai rencana. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Hj. Vita Fitria dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, Sekretaris Program Studi, Surur Roiqoh, M.H., menambahkan bahwa capaian di bidang kemahasiswaan juga tergolong sangat baik. Berbagai program pendampingan studi, dukungan kelulusan tepat waktu, serta apresiasi prestasi mahasiswa telah berjalan efektif. Namun demikian, pihaknya mengakui masih ada program yang belum terealisasi, seperti pembentukan Fatwa Center dan pengembangan jurnal mahasiswa.
Di sisi lain, dalam aspek dosen dan sarana prasarana, Prodi Perbandingan Mazhab mencatat adanya kemajuan pada peningkatan kualifikasi dosen melalui studi lanjut dan publikasi ilmiah. Akan tetapi, sertifikasi profesi dosen serta penataan ruang kerja masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditindaklanjuti.
Raker ini juga menjadi momentum penting bagi Prodi Perbandingan Mazhab untuk menyusun rencana kerja tahun mendatang. Fokus utama diarahkan pada penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan identitas keilmuan prodi, serta pengembangan program internasional yang lebih kompetitif. Melalui forum ini, diharapkan seluruh hasil evaluasi dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih terarah, guna meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan di masa mendatang.